Berita

Mari Berkenalan dengan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam bersama Mudir Ma’had Al-Multazam KH. Badrudin, Lc.

Oleh. Media Al-Multazam

Kuningan, 08 Juli 2024 – “Sejarah adalah guru terbaik yang mengajarkan kita tentang masa lalu, memandu kita menuju masa depan,” demikian pepatah bijak yang diutarakan oleh Mudir Ma’had Al-Multazam, KH. Badrudin, Lc., saat membuka sesi pengenalan sejarah Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam kepada para santri baru.

Dalam kesempatan ini, KH. Badrudin mengisahkan perjuangan panjang yang mengawali berdirinya pondok pesantren ini. Beliau menceritakan bahwa cita-cita pendirian Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam bermula dari ayahanda Alm. H. Sahal Suhana, S.H. Meskipun tidak memiliki latar belakang pesantren, beliau memiliki keinginan kuat untuk mendirikan sebuah pondok pesantren yang dapat menjadi tempat belajar dan beribadah bagi generasi muda. “Kegigihan dan tekad ayahanda Alm. H. Sahal Suhana, S.H. menjadi fondasi utama yang menjadikan pondok pesantren ini berdiri kokoh hingga hari ini,” ungkap KH. Badrudin.

Sejarah pendirian pondok pesantren ini dimulai dari tekad kuat ayahanda Alm. H. Sahal Suhana, yang meskipun tidak memiliki pengalaman pesantren, tetapi memiliki semangat dan visi yang besar untuk membangun sebuah lembaga pendidikan Islam yang terintegrasi. “Beliau memulai segalanya dari nol, dengan banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi,” lanjut KH. Badrudin.

KH. Badrudin menekankan bahwa dari sejarah ini, kita dapat belajar bahwa keinginan yang kuat harus selalu dibarengi dengan kegigihan dan kerja keras. “Keberhasilan pondok pesantren ini bukanlah hasil dari kemudahan, tetapi buah dari perjuangan yang penuh dedikasi dan pengorbanan,” tambahnya.
Para santri baru sangat antusias mendengarkan kisah sejarah ini. Mereka merasa lebih dekat dan memahami betapa besar perjuangan yang telah dilalui oleh para pendiri pondok pesantren ini. “Dengan mengetahui sejarah ini, saya merasa lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi di pondok ini,” kata salah satu santri baru.
KH. Badrudin juga mengajak para santri untuk mengambil hikmah dari sejarah ini. “Mari kita teruskan perjuangan ini dengan semangat yang sama. Jadikan pondok pesantren ini sebagai tempat yang tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan akhlak yang mulia,” ajaknya.

Sesi pengenalan sejarah ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam terus diberkahi dan dijaga oleh Allah SWT, serta para santri dapat mengembangkan diri menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
Dengan pengenalan sejarah ini, diharapkan para santri baru dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap pondok pesantren yang mereka tempati. “Sejarah ini adalah bagian dari kita. Mari kita jadikan pondok pesantren ini sebagai rumah kedua yang selalu kita jaga dan banggakan,” pungkas KH. Badrudin, Lc.

almultazam.id